Brainy Words

Amazon Promo

Senin, 22 Desember 2014

Sosok Ibu Lain di Tempat Asing

Hari Ibu. Tiap 22 Desember tiba biasanya aku galau begitu rupa. Di sana-sini (terutama sosmed) senantiasa gegap-gempita dengan berbagai ucapan & event istimewa bertema sama. Aku biasanya galau karena rasa greget yang mengemuka. Greget karena aku merasa tak berdaya. Tak berdaya karena rindu pada ibuku yang sudah tiada, juga karena kehilangan kata-kata meski betapa inginnya aku menuliskan sesuatu yang istimewa. Greget karena aku juga ingin seperti mereka, yang bisa mengungkapkan cinta atau sekadar taburan kata-kata buat ibu tercinta. Saat aku ingin menulis puisi pun, biasanya kata-kata mendadak sirna dari benakku. Saat puisi itu menjelma sekalipun, biasanya aku tak puas sebab mendadak semua yang kutulis menjadi klise, tak sanggup mengungkapkan apa-apa. 

Tentang Ibu, puisi yang kuposting di Hari Ibu 2009
Ah, bukankah semua ini sudah kutulis setahun lalu, saat aku memutuskan untuk menuliskan sesuatu yang berbeda, bukan puisi melainkan sebuah tulisan ringan tentang hal-hal berkesan nan fun tentang ibuku? Setahun lalu aku menuliskan kenangan tentang ibuku sendiri dalam "Mengenang Ibu". Hari ibu kali ini ada ajakan dari para emak blogger untuk menulis bareng-bareng tentang seseorang (bukan ibu kandung) yang kita pandang sebagai sesosok ibu yang mengesankan & dekat dengan keseharian kita.

Minggu, 21 Desember 2014

Berbagi Resolusi di Kontes HSO & My Resolution

2015 tinggal menghitung hari. Pastinya kawan-kawan pembaca sudah menyusun jauh-jauh hari resolusi apa saja yang ingin dilakukan di tahun 2015 nanti? Kalau belum, mari segera pikirkan, susun, & catat sekarang. Orang bilang, mimpi itu bukan cuma angan-angan yang dibayangkan. Tuliskan sekarang, agar kita bisa melangkah dengan rencana untuk mencapainya. Dengan begitu kita bisa melangkah memasuki tahun baru dengan semangat baru. Asyiknya sih membuat misi pribadi tentang hal-hal yang mungkin sederhana, tapi bisa memacu semangat, membuat kita lebih sehat, hemat, pokonya bermanfaat... Barangkali ada yang masih nyari-nyari ide unik apa saja hal baru yang ingin dilakukan di tahun yang baru, coba simak ide-ide resolusi unik ini buat contekan.


Ngomong-ngomong tentang resolusi, ini ada kontes yang menarik dari Happy Soya Oil di Clozette Indonesia. Di kontes ini, dengan berbagi resolusi lewat foto, peserta berkesempatan mendapatkan hadiah utama berupa tas fossil senilai Rp.2000.000 & voucher belanja senilai Rp.500.000 setiap minggunya. 

Sabtu, 20 Desember 2014

Yang Tak Terkatakan Di Balik Postingan

Desember sudah lewat pertengahan. Pergantian tahun kembali menjelang. Sembari merencanakan 2015 mendatang, perlu pula kiranya menengok sejenak ke belakang, meninjau hal-hal yang sudah silam. Tak terkecuali pada hal-hal yang telah tertuliskan. Tertarik ikut serta GASelf-Reflection: Tengok-tengok Blog Sendiri, kutelusuri postingan-postinganku di tahun 2014 ini. Agak sulit menentukan mana yang paling berkesan, masing-masing punya cerita (the untold story) sendiri-sendiri. Namun kuputuskan memilih 1 postingan yang alasan utamanya lebih ke the untold stories, cerita-cerita yang tak terkatakan di balik yang terkatakan.

Postingan yang kupilih untuk ditinjau kembali berjudul “Dari Bandung ke Bekasi”. Tak ada yang istimewa dengan tulisan itu dari sisi teknis penulisannya. Itu hanyalah sebuah tulisan singkat yang sifatnya curhat dan personal. Saat menulisnya aku menuangkan perasaanku begitu saja, sejauh yang dapat terungkapkan. Namun seperti yang kubilang tadi, aku memilih postingan ini saat menyadari, begitu banyak cerita tak terungkapkan di balik postingan sederhana itu.

Kamis, 18 Desember 2014

Tips Menulis Memoar yang Menginspirasi

CREATIVE WRITING: MENULIS MEMOAR YANG INSPIRATIF (Windy Ariestanty dan Sundea)

Sabtu, 6 Desember 2014 pukul 13.00 – 15.00 WIB, Ruang Auditorium Museum Nasional (Museum Gajah) Jakarta.

"Punya pengalaman menarik dan inspiratif tentang perjalanan hidupmu? Atau sekadar catatan harian sederhana yang mengisi agendamu?  Saatnya menyulap catatan harian sederhanamu menjadi lebih inspiratif bersama Windy Ariestanty dan Sundea. Windy Ariestanty adalah seorang penulis, editor, dan traveler yang pernah mengerjakan Memoar Ibu Robin Lim, seorang aktivis kemanusiaan yang menyediakan pengobatan gratis bagi warga Bali. Bersama dengan Sundea (penulis buku Dunia Din, Sunrise Serenade, dan Salamatahari), mereka akan berbagi tips bagaimana proses menuliskan sebuah memoar yang tak hanya sekadar catatan kehidupan, tapi yang juga menggugah rasa terdalam kita. Mulai dari pengumpulan data dan perangkat apa saja yang biasanya dibutuhkan dalam menuliskan memoar sampai dengan tersajinya bentuk utuh sebuah memoar yang inspiratif."
-Festival Pembaca Indonesia 2014


Begitulah kemudian aku datang ke workshop yang ditawarkan Goodreads Indonesia secara gratis tersebut. Seperti yang dijanjikan, disana Mbak Windy & Sundea berbagi tips & proses kreatif penulisan karya mereka masing-masing. Ilmu akan lebih bermanfaat jika dibagikan. Jadi, ini aku share sedikit catatan yang sempat kutulis di notes kecilku.
Melampaui Mimpi
(Melampaui Mimpi, salah satu buku memoar karya Sundea)
Memoar, Biografi, & Autobiografi
Sebagian orang mungkin masih bingung, apa bedanya memoar dengan biografi & autobiografi? Kita tahu bahwa biografi adalah kisah perjalanan hidup seseorang yang ditulis runut dari awal hingga akhir. Biografi ditulis oleh orang lain, sementara autobiografi adalah biografi yang ditulis oleh diri sendiri. Memoar lain lagi. Memoar merupakan penggalan kisah hidup seseorang yang layak diceritakan. Bisa dibiliang, memoar termasuk ke dalam jenis tulisan naratif non-fiksi. 1 orang hanya bisa memiliki 1 biografi. Namun, 1 orang bisa menulis banyak memoar.

Memoar: Let's the story begins...
Apa yang menarik dari menulis memoar? Menulis memoar itu merangkai cerita hidup yang berserak di sekitar kita, cerita yang benar-benar dialami seseorang, entah itu cerita kita sendiri atau pun cerita orang lain. Cerita itu layak diceritakan karena menawarkan "sesuatu" bagi pembacanya. Kutipan berikut merangkum betapa kayanya kita akan cerita:

Rabu, 17 Desember 2014

Penasaran Dunia Anna [Wishful Wednesday #11]

Wah, sudah lama sekali saya tak posting Wishful Wednesday. Posting gak posting, tetap saja diam-diam ngidam buku-buku inceran :D. Daripada diam-diam tak terkatakan, lebih baik diceritakan saja ya... Siapa tahu ada pembaca yang doanya manjur mengaminkan ^_^. Salah satu buku yang sedang sangat-sangat saya idamkan saat ini adalah Dunia Anna: Sebuah Novel Filsafat Semesta, novel Jostein Gaarder yang baru diterbitkan Mizan Oktober 2014 lalu. Pertama kali tahu buku ini secara tak menyengaja baca judul resensi salah seorang blogger BBI. Begitu ditengok, wah... Buku Jostein Gaarder lagi? Mauuu... Langsung saja aku cari di Goodreads. Saat itu di Goodreads malah belum kutemukan. Kalau sekarang sih sudah ada.

Begitu tahu penulisnya Jostein Gaarder, tanpa pikir panjang aku bakal memasukkan buku itu ke daftar wishlistku. Jadi alasan utamanya mengidamkan buku ini pertama-tama karena 'Jostein Gaarder'nya... Hehe (hard core fan?). Alasan kedua karena temanya juga menarik, konon kali ini mengangkat isu lingkungan, meski tetap dengan khasnya Gaarder seperti buku-bukunya yang lain yang filosofis itu. Udah gitu judulnya kok mirip-mirip bukunya yang spektakuler itu, Dunia Sophie: Sebuah Novel Filsafat (Gold Edition) yang juga aku kecengin. Aku makin greget pengen buku ini karena 2 kali sudah melihat "wujudnya" di depan mataku, namun belum sempat kebawa pulang aja :(. 

Selasa, 16 Desember 2014

Pesta Hujan & Bualan

Hujan demikian deras, tapi kita tak punya payung tempat bernaung. Segala basah adalah milik kita, orang-orang yang terlanjur. Kau bilang hujan ialah pesta, tempat kita menabur air mata. Kita berpesta dalam suasana yang paling niscaya: musik yang ritmik dalam rintik-rintik, tarian dansa dedaunan bersama angin, dan kemewahan lighting serat-serat cahaya yang berkilat-kilat. Tak ada pesta yang lebih jujur dari hujan, katamu. Kita bisa foya-foya air mata sepuasnya. Di bawah siraman hujan kecengengan takkan mengemuka, sebab air mata kita bersatu dengan air mata langit. Bukankah itu hebat sekali? Katamu. Jadi kita bisa menangis sekarang. Orang-orang takkan tahu ini air mata siapa, ucapmu yakin.

Aku tak tahu mengapa kau begitu jaim tentang kecengengan dan lain-lain. Aku mengira entah hujan atau terik tiada bedanya. Kita bukanlah orang-orang yang perlu berdandan dan mencemaskan pencitraan. Orang-orang takkan peduli soal kecengengan maupun ketegaran yang kau banggakan. Kala terik orang-orang macam kita tak dapat dibedakan: sama-sama legam oleh matahari, sama-sama basah oleh peluh, sama-sama kenyang dengan caci-maki. Dan kala hujan? Orang-orang takkan tahu kita ada. Orang-orang sibuk berlindung dari basah dan menutup pintu. Katamu, justru itulah pesona pesta hujan buat kita. Pesta ini pesta ekslusif. Tak sembarang orang mencicipi. Bualanmu itu kawan, sanggupkah menghibur tubuh yang kedinginan? Kau menjawabku dengan pegangan tangan. Ayo menangis, katamu. Genggaman tangan, air mata, dan hati yang perih adalah bara yang memberi kita kehangatan.

Selasa, 09 Desember 2014

Serunya Berburu Buku di IRF 2014

Satu hal yang tak boleh ada dalam kamus acara IRF adalah: pulang dengan tangan kosong. Tepat kiranya apa yang disampaikan oleh MC di sela-sela salah satu program event Indonesian Reader Festival (IRF 2014) yang kukunjungi weekend kemarin itu. Dalam event Festival Pembaca Indonesia yang digelar tiap tahun oleh Goodreads Indonesia tersebut, tampaknya bakal aneh justru kalau ada pengunjung yang pulang bertangan kosong. Senantiasa ada buku gratis yang bisa dibawa pulang lewat beragam cara yang ditawarkan di event ini. Wow, ini event yang seru dan asyik banget buat para penggemar buku seperti aku ^^.