Brainy Words

Amazon Promo

Sabtu, 28 Maret 2015

Bebek Kaleyo: Tempatnya Makan Enak & Murah di Bandung




Bebek Kaleyo: tempatnya makan enak & murah di Bandung.

Bagi penggemar kuliner olahan bebek, tentu sudah familiar dengan nama Bebek Kaleyo. Nama Bebek Kaleyo sudah demikian terkenal karena keunggulan rasa dan harganya yang relatif terjangkau. Ketenaran Bebek Kaleyo sudah terkenal tak hanya di Jakarta saja, melainkan sudah merambah pula ke kota-kota lain seperti Depok, Tangerang, Bogor, dan Bekasi. Suatu kegembiraan tersendiri ketika sekarang ini hadir pula outlet Bebek Kaleyo di Kota Bandung. Terletak di Jl. Pasir Kaliki no. 185-189, Bebek Kaleyo kini hadir menambah semarak kuliner Kota Bandung. Asyiik... Bagi penggemar kuliner di Bandung seperti aku, kini sudah bisa menyicip kelezatan aneka olahan bebek tanpa harus jauh-jauh ke luar kota. Tidak sulit untuk menemukan outletnya yang terletak di perempatan Pasteur ini. Berada satu kompleks dengan FO Bali Heaven, outlet Bebek Kaleyo cabang ke-14 ini resmi dibuka sejak 30 Januari 2015 lalu.

Rabu, 25 Maret 2015

Malam Sauyunan Cijaringao Ecoland di Saung Angklung Udjo


Malam itu Pendopo Saung Angklung Udjo begitu ramai. Tribun penonton yang melingkar terisi oleh kaum tua-muda yang menyengaja hadir. Selain tamu undangan VIP yang disediakan tempat di bagian tengah tepat di seberang panggung utama, tampak banyak yang hadir bersama keluarga atau teman menempati tribun sebelah kiri dan kanan. Di lajur kiri bawah, anak-anak seusia SD duduk berderet. Belakangan baru kutahu bahwa banyak anak jalanan Kota Bandung yang hadir menjadi bagian penting dari event ini. Itu adalah pertama kalinya aku berkunjung ke Saung Angklung Udjo yang terletak di Jl. Padasuka 118, Bandung. Termotivasi oleh keinginan berkunjung dan melihat penampilan The Grand Angklung Saung Udjo beraksi, malam 13/03/2015 itu aku dan adik duduk di antara kerumunan di tribun yang sama-sama menantikan acara bertajuk "Malam Sauyunan" Cijaringao Ecoland digelar. Sekitar pukul 7 malam pengunjung sudah banyak yang duduk manis siap menyaksikan acara dimulai, sebagaimana telah dijadwalkan dalam publikasi. Akan tetapi, ternyata acara baru dimulai satu jam berikutnya. Sebelum itu, sekitar pukul 8 malam aula mendadak ramai oleh tepuk tangan, terlihat lampu sorot diarahkan ke kerumunan yang membuka jalan. Ternyata hadir disana Pak Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar menjadi tamu penting di acara ini. Kamidia Radisti juga turut tersorot di tribun VIP.

Minggu, 15 Maret 2015

Lele Terbang Murmer di Sambal Lalap DU

Beberapa hari yang lalu aku mendadak kangen sama yang namanya Steak Ranjang. Bagi penggemar kuliner Bandung, barangkali nama itu sudah familiar. Dengan standar harga yang relatif terjangkau untuk kocek mahasiswa, sudah bisa makan ragam menu steak dan spaghetti bertingkat level pedasnya dengan porsi yang dijamin bikin perut kenyang. Dulu, sewaktu Steak Ranjang masih berupa warung tenda yang buka tiap malam di pinggir jalan di seberang Unpad Dipati Ukur, aku terbilang cukup sering beli makan malam di sana. Daya tarik terbesar buatku sih dari harga dan porsinya, hehe. Nah, untuk mengobati kekangenan tersebut, mampirlah aku sama adik buat makan siang di Steak Ranjang yang sekarang ini cafenya terletak di Jl. Dipati Ukur. Jadi, apakah aku hendak membahas kulineran Steak Ranjang? Nggak. Lagian aku masih agak geuleuh (jijay) kalau harus mbahas berbagai menunya yang dikasih nama nyeleneh banget itu. Kadang suka aneh sendiri sama nama-nama berbagai menu kuliner di Bandung yang aneh-aneh. Beberapa memang unik, kreatif, & lucu. Tapi ada juga yang seram-seram atau aneh, sampai kupikir, kok ada makanan dinamai pake nama yang sebetulnya tidak menggugah selera makan (saking ngejar uniknya saja). Pernah lho, aku ketemu menu makanan yang sengaja dinamai dengan nama-nama mistis. Yang ada malah aku ngeri, hihi...
Menu makanan bernama lucu yang sempat kutemui di event Dago Food Walk

Social Media for Social Change di BASIC 5

Brosur acara
Pada tanggal 1 Maret 2015 lalu, saya menyempatkan diri menghadiri acara The 5th Social Innovators Community Talk bertema "Social Media for Social Change". Acara ini diselenggarakan oleh Bandung Social Enterpreneur Community di Simpul Space#3 BCCF, Jl. Taman Cibeunying Selatan no. 5, Bandung. Terdapat 2 orang pembicara yang mengisi acara ini, yaitu Kang Enda Nasution (seorang pakar blogger, Co-Founder Sebangsa Bersama, Founder GoblokMedia.com) dan Teh Veni Ari Jayanti (Communication & Partnership UnLtd Indonesia). Sesi pertama diawali oleh pengenalan mengenai UnLtd Indonesia Support Program oleh Teh Veni. Sesi berikutnya mengenai Sosmed untuk social campaign dijelaskan oleh Kang Enda. Event ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai komunitas di Bandung dan mahasiswa.

Rabu, 11 Maret 2015

Seri Supernova Minus Akar Plus Rectoverso [WW #15]

Klik disini utk ikutan
Sudah beberapa rabu berlalu tanpaku posting Wishful Wednesday gara-gara minggu-minggu kemarin banyak PR. Minggu ini juga tetap punya PR sih, tapi kusempatkan posting Wishful Wednesday selagi sempat, hehe. Sekalian pamer kabar gembira dengan kehadiran tumpukan buku baru yang sudah lama ditunggu-tunggu. Senang betul aku, ketika buku-buku yang kuidamkan terkabul gratis, karena kudapatkan dari hadiah lomba atau kuis/giveaway. Minggu kemarin2 itu kosanku beberapa kali kedatangan paket, 3 diantaranya berupa paket buku dari penerbit. Buku-buku yang diterima berupa buku-buku yang masuk wishlistku, meskipun belum sempat kuabsen di postingan wishful wednesday. Buku-buku yang bikin aku tertarik dan penasaran karena berbagai alasan. Senangnya... ^_^. 
Ini dia buku-bukunya.

Minggu, 08 Maret 2015

Merenungi Pola Makan


Buku Food Combining yang bikin penasaran (credit: Widyanti Y)
Beberapa waktu yang lalu aku mendapatkan kunjungan dari tante bersama puterinya yang baru berusia 8 bulan. Terakhir kali aku main menjenguk bayinya, itu sudah lebih dari 6 bulan lalu. Surprise sekali melihatnya sudah tumbuh makin montok dengan pipinya yang tembem dan matanya yang sipit itu. Dalam kunjungan setengah hari itu, aku menyaksikan aksi tanteku menyuapinya dengan bekal MPASI dan berkecimpung dengan perlengkapan perang khas ibu-ibu yang bawa bayi. Sambil menyuapi, tanteku bercerita sekilas tentang menu MPASI yang dibawanya dalam perbekalan itu. Aku kurang ingat detailnya, yang jelas menu MPASI keponakanku itu berupa menu Food Combining (FC) yang diterapkan tanteku untuk bayinya merujuk panduan WHO. Yang kuingat dari menunya saat itu ada berupa cacahan halus buah dan ikan salmon. Menyimak penjelasan tanteku, aku jadi terlibat pertanyaan polos seputar menu FC untuk bayi tersebut. Maklum, pengetahuanku tentang hal ini masih sangat dangkal. Hanya, mendengar kata "Food Combining", aku langsung teringat seorang blogger, Mbak Widyanti Yuliandari, yang sering posting mengenai ini. Bukunya mengenai Food Combining yang baru terbit dan lagi ngehits seringkali mejeng di wall fb teman-teman bloggerku. Mau tak mau itu menggoda kepenasarananku, ingin rasanya menengok isi buku itu.

Annual Meeting Motherpreneur MDS & 10 Tahun Halo Balita

Kursi-kursi merah di Hotel H Clarity ini dipersiapkan untuk para motherpreneur berprestasi MDS
Seorang ibu menjalankan peran yang multifungsi dalam rumah tangga. Selain fungsi manajerial, ibu adalah madrasah pertama bagi anak. Tak berhenti sampai situ, seorang ibu dapat berperan pula membantu perekonomian rumah tangga. Saat ini semakin banyak para ibu yang berkecimpung dalam wirausaha tanpa meninggalkan peran utamanya sebagai ibu di rumah. Perkembangan teknologi turut memfasilitasi gejolak entrepreneurship ini, khususnya bagi para ibu yang ingin tetap berwirausaha tanpa meninggalkan rumah. Semangat mothership dan entrepreneurship ini terangkum dalam sosok motherpreneur, sebagaimana terpancar dalam tagline acara yang digelar oleh Mizan Pelangi & Mizan Dian Semesta (MDS), pada 14-15 Februari 2015 lalu di Hotel H Clarity Jl. Cihampelas, Bandung. 
Sudah saya ceritakan sebagian mengenai event Annual Meeting - Motherpreneur 2015 plus perayaan anniversary 10 tahun Halo Balita, lini produk yang diusung oleh MDS ini di postingan sebelumnya. Selain training motivasi, rangkaian acara yang dihadiri oleh 200 motherpreneur yang tergabung sebagai Book Advisor (BA) di MDS ini juga diwarnai dengan suntikan semangat inspiratif lewat penghargaan kepada BA berprestasi terbaik.